Berbicara tentang sumpah, kita juga akan diingatkan kepada para pejabat lembaga yang tidak sama sekali takut akan kekuatan sumpah. Mulai dari pejabat lembaga kemahasiswaan(organisasi mahasiswa), hingga lembaga negara. Pada tingkat lembaga kemahasiswaan, pengingkaran sumpah itu dibuktikan dengan lalainya menjalankan roda kepegurusan sampai abai seutuhnya, sedangkan bentuk pengingkaran sumpah pada tingkat elit atau para pejabat lembaga negara yang lazim adalah korupsi. Sumpah terkadang dijadikan alat untuk menipu.

Terkait sumpah, dalam QS. An-Nahl [16] ayat 94 mengingatkan bahwa “Dan janganlah kamu jadikan sumpah-sumpahmu sebagai alat menipu di antaramu, yang menyebabkan tergelincir kaki (mu) sesudah kokoh tegaknya, dan kamu rasakan kemelaratan (di Dunia) karena kamu menghalangi (manusia) dari jalan Allah; dan bagimu azab yang besar. Kini, sumpah menjadi jalan untuk berkhianat. Padahal, sesungguhnya sumpah adalah komitmen. Penanda kesetiaan akan tergambarkan lewat posisi berdiri seseorang di bawah payung sumpah, apakah ke kanan atau ke kiri.

Momentum peringatan hari sumpah pemuda yang jatuh pada tanggal 28 0ktober 2017 menjadi momok bagi para pelaku sumpah untuk menepati janjinya. Sumpah-sumpah yang gentayangan di luar sana masing-masing akan mendatangi tuannya. meminjam pertanyaan Ir. Soekarno “Aku lebih suka lukisan samudra yang menggebu-gebu daripada lukisan sawah yang adem ayem tentram.” Selamat Hari Sumpah Pemuda! (*)

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Kontak Kami

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

© Copyright 2018 Komite Literasi PPG - Kemenristekdikti

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account